Untuk meminimalisir tindak kriminalitas dan kecelakaan lalu lintas, biasanya lingkungan perkotaan membutuhkan infrastruktur berupa penerangan lampu PJU tenaga surya. Dimana kegunaan lampu penerangan jalan umum ini meliputi segi keamanan, estetika, dan ekonomis. Dalam perkembangannya, ada beberapa jenis lampu jalan yang sering digunakan. Untuk lebih jelasnya, kita akan bahas ulasannya di bawah ini!

Jenis-Jenis Lampu Jalan

Dalam penerapannya, lampu PJU terdiri dari beberapa jenis diantaranya :

  1. Lampu HPL-N

HPL-N adalah nama produk lampu merkuri fluorescent yang berasal dari Eropa. Biasanya di negara Inggris dan Australia dinamakan MBF, di Amerika sendiri disebut sebagai DX dan X, sementara di Jepang dinamakan HF. Jenis lampu ini adalah lampu jenis merkuri fluorescent yang bertekanan tinggi, sekaligus sebagai kelompok lampu tabung. Prinsip kerja lampu ini sebenarnya sama seperti lampu tabung fluorescent, dimana cahayanya didapatkan dari hasil percikan elektron dalam tabung.

  1. Lampu LVD

Lampu LVD merupakan lampu induksi yang memiliki efisiensi tinggi dan digunakan sebagai pengganti lampu sorot dan PJU. Biasanya lampu ini memiliki daya listrik yang kecil tapi bisa menghasilkan cahaya yang sama seperti lampu MHL (metal halide) yang dayanya lebih besar. Sementara untuk usia pemakaiannya sendiri bisa sampai 100.000 jam. Biasanya untuk lampu penerangan jalan umum digunakan jenis lampu induksi LVD 80 watt yang memiliki efisiensi tinggi sama seperti pada lampu merkuri 250 watt.

Dikarenakan lampu induksi tersebut tak memerlukan elektroda atau filamen untuk menyala, sehingga usia pemakaiannya lebih lama dibandingkan lampu pijar, atau lampu neon. Pengoperasian lampu jenis ini juga lebih efisien.

  1. Lampu SON-T

Lampu SON-T ini memiliki prinsip kerja yang sama seperti lampu SOX-E atau lampu sodium yang bertekanan rendah. Sama seperti HPL-N, dimana lampu SON-T ini membutuhkan ballast reactor yang bekerja dengan daya rendah. Pengoperasianya menggunakan ignitor yang memicu tegangan dari yang awalnya 220 volt menjadi 0,5 kva. Adapun prinsipnya cahaya yang dihasilkan terdiri atas 2 tabung, diantaranya tabung luar (bohlam) dan tabung gas.

  1. Lampu Neon TL

Lampu fluorescent biasa disebut sebagai lampu TL. Lampu jenis ini banyak digunakan karena memiliki daya pakai yang relatif kecil daripada lampu bohlam. Tak hanya itu, lampu ini biasanya memiliki temperatur lebih dingin dengan penggunaan yang sama. Jenis lampu TL sendiri sudah banyak digunakan di masyarakat luas untuk industri atau perumahan. Walaupun lampu ini memiliki banyak keuntungan dalam hal penghematan daya, namun tetap memiliki beberapa kerugian diantaranya ruang untuk satu setnya lebih lebar, dan biaya pembelian satu set lampu TL lebih mahal.

Untuk mengatasi kelemahan lampu TL di atas, bisa memakai elektronik ballast dengan ruang penggunaan lebih efisien, karenanya sama seperti ruang yang digunakan pada lampu bohlam. Di samping itu, dengan memakai elektronik ballast bisa mengatasi floker akibat frekuensi tegangan supply menurun.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *